Bersuara atas Dasar Kebenaran dan Sejarah Bangsa

1961

Pemerintah Provinsi Papua Khawatir Efek Penutupan Kalijodo

Ilustrasi PSK - IST
Ilustrasi PSK – IST
Jayapura, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua meminta masyarakat di wilayahnya untuk proaktif melaporkan kedatangan warga daerah lain ke Bumi Cenderawasih guna mengantisipasi masuknya eks Pekerja Seksual Komersial (PSK) Kalijodo, Jakarta, yang dikabarkan akan hijrah ke daerah.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal di Jayapura, Kamis (25/2/2016), mengatakan, peran pemerintah di tingkat kabupaten/kota diminta lebih jeli dalam menerima kedatangan orang baru di Bumi Cenderawasih.
“Soal ini, saya pikir pemerintah tentu mempunyai cara untuk menghadapinya, tetapi diharapkan pemerintah kabupaten dan kota melihat hal ini serta tentunya kita harapkan bagaimana masyarakat dapat pro aktif untuk membantu pemerintah,” katanya.
Klemen menjelaskan, pemerintah kabupaten dan kota harus menginstruksikan kepada jajaran terbawah agar bagaimana melakukan pengawasan terhadap penduduk baru di daerah masing-masing, terutama untuk mengetahui asal-usul penduduk tersebut.
“Ini penting kita harus tahu mereka yang datang itu tinggal dimana atau kost dimana, masyarakat lebih tahu, orang yang baru datang, bukan hanya menyangkut Kalijodo atau apa. Ini menyangkut semua aspek baik itu terorisme dan segala macam hal-hal tidak baik harus kasih informasi supaya aparat bisa bergerak,” ujarnya.
Dia menuturkan, jika pendataan terhadap penduduk baru dapat dilakukan, maka secara tidak langsung bisa teridentifikasi dan pemerintah sudah pasti dapat menangani hal tersebut.
“Ini ‘kan ada sistem yang mengatur baik itu dalam bentuk peraturan daerah maupun undang-undang, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” katanya lagi.
Sebelumnya, tersiar informasi bahwa eks PSK Kalijodo, Jakarta, akan hijrah ke Papua, seperti kasus ketika tempat prostitusi Dolly di Surabaya dibubarkan, beberapa pekerja sempat ditemukan dalam razia yang digelar oleh pemerintah daerah setempat. (*)
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar: