![]() |
Foto, Bersama Wisudawan |
Gorontalo,
Ebamukai-Setiap langkah yang diayunkan adalah anugerah, mana mungkin dapat
berhasil mencapainya jika tanpa pertolongan Tuhan bawahkan saja kepada Tuhan
sebab, hanya Dia yang dapat menanggung jeritan dan tangis kita lewat air mata
orang tua.
Pendapatan
orang tua kami serta kami anak yang hanya dimiliki oleh kasih sayang seorang
mama, juga tanpa belaian kasih sayang orang tua hingga sekarang telah kami
mendapatkan gelar sarjana, sebab anugerah Tuhan itu Sangat Dasyat.
Demikian
ungkapan syukur tersebut diungkapkan senada oleh ketiga mahasiswa Universitas
Ichsan Gorontalo (UIG), dalam acara syukuran wisudawan pada hari senin tanggal
30 Mei 2016 pukul.15.00 Wita di limboto kota gorontalo.
Keberhasilan
itu anugerah, entah siapapun akan berhasil mencapai tujuan, seperti kami tanpa
seorang ayah juga tanpa ayah dan ibu
tetapi telah berhasil melewati masa-masa sulit dikampus.
Dalam proses
perkuliahan ketiga wisudawan tersebut banyak dialami kesukaran, terlebih biaya
perkuliahan, namun tetapi kesabaran merekalah membuahkan kesuksesan juga tidak
terlepas dari jerih payah orang-orang terksihnya.
Apa yang
dialaminya?
Lukas Yobe,
S.IP, ia adalah laki-laki yang sangat berani, seorang anak tunggal (enago) ini
menghabiskan masa-masa kecilnya bersama pangkuan mama, namum perkembangan ilmu
pengetahuan yang begitu pesat, ibu berusia senja itu tak mau menghancurkan masa
depan anaknya, ia peduli akan kehidupan anaknya sehingga memaksakannya harus
sekolah. Anak tanpa seorang ayah ini, diutus paksakan oleh mama untuk sekolah,
semenjak ia melanjutkan studinya di gorontalo
“Kehidupannya sangat tergantung pada seorang ibu, tanggunjawab dari ayah
semua-semuanya berperan aktif oleh mama ku karena saya sejak sekolah dasar (SD) ayahku telah meninggal dunia. Sebenarnya saya
tidak mau lanjut kuliah karena mama ku sudah tua namun tetapi mama ku paksakan
saya lanjut kuliah namun tetapi dengan
kemurahan dan penyertaan Tuhan saya mendapatkan gelar S.IP. Saya sangat
berterima kasih kepada mama yang susah payah menyekolahkan saya kata Lukas dalam sambutannya.
Dia (Yobeenagoo) pun sangat membanggakan mamanya yang datang
dari jauh papua untuk menyaksikan atas
kesuksesan/keberhasilan di kota Gorontalo (Sunggu Besar Kasih Sayang
Mama)". Dalam kesaksian petama olehnya.
Selain dia
dialami juga oleh teman seangkatannya Petrus Dogomo, dirinya yang sebatang
karang ini menghabiskan waktunya dijalanan, ia mengaku hidup ini Anugerah
Tuhan, sebab saya hidup karena penyertaan Tuhan, orang tuaku mendahulu sejak
saya masih kecil pergi susuri alam Kudus bersama Tuhan. Namun hingga kini
seorang mahasiswa lulusan Ilmu Komunikasi ini membuat sedih dan bimbang
dihatinya atas kesuksesan gelar sarjana tersebut sebab S.IK yang diperoleh
dibangku Univesitas Ichsan Gorontalo tersebut hanya dibanggakan seorang
diri yaitu (Petrus sendiri) bukan dibanggakan orang tua.
“, wajah mama saya belum perna kenal karena
mama ku meninggal sejak saya masih kecil demikian pun ayah saya. Saya pernah
gagalan sekoah kedokteran di jakarta, saya kuliah disana satu semester saja
pulang ke papua karena tidak keterbatasan biaya, mau minta biaya pendidikan
mama dan bapak pun tak sampai ke mereka karena mereka dua pun sudah tiada dalam
perjuangan ku, maka saya nanggur salama satu tahun. Pada tahun 2012 saya pun
berusah datang kuliah dikota Gorontalo dan karena pertolongan Tuhan, saat ini
saya jadi sarjana tapi saya sangat sedih kesuksesan saya bukan dibanggakan
kedua orang tua adalah ayah dan ibu kandung ku”. dalam kesaksiannya di Limboto
Gorontalo.
Bahkan hal
yang sama juga dialami oleh Marius Tagi, S.IP, ia adalah seorang lelaki yang
lahir dari keluarga yang latar belakang penghasilan ekonominya yang dibilang
sangat lemah. Pengiriman uang makan dan minum dari orang tua pun tidak lebih dari apa yang sehusnya
dikirim, sangat terbatas Begitu besarnya kesabaran kesuksesan pun mendekat pada
dirinya. Sehingga hingga wisuda ia mendapatkan kirimannya saat mulai pembayaran
uang semester (SPP), lelaki asal idadagi dekat kumpalan gunung degeidimi ini
mengaku, apa yang dialami saya dan keuargaku itu adalah agugerah Tuhan, dengan
penuh kesabaran saya dan kasih Tuhan sehingga pada hari ini bisa saya
wisuda.ungkap pengsukses gelar S.IP tersebut.
dalam acara
pengucapan syukuran wisudawan yang
digelar oleh badan pengurus Ikatan
Mahasiswa Pelajar Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IMAPENAPANDODE) melalui
panitia wisudawan itu tak terlepas dari
kerja keras dari Panitia Pelaksana yang diketuai Yulianus Boma, sekertaris
Fransiskus Degei dan Bendahara Akwila Waine.
Dalam
rangkaian acara wisudawan berlangsung
sistematik diiringi, nyanyian puji-pujian,
doa, sambutan-sambutan badan pengurus, kesan pesan dan diakhiri kesaksian para wisudawan,.
Pantauan
dari media Ebamukai blogspot.com, dalam ruang kesan pesan dan kesaksian
yang disampaikan oleh para wisudawan, seluruh peserta ibadah mengaksikan sangat
sedih dan air mata mereka pun jatuh
berderai bersamaan.
******Selamat Sukses Teman-Teman Tuhan Itu Maha Tahu******
. **Oleh RASTA, Beatus Pigome **
Galeri Foto Bersama Keluarg dan Besar IMAPENAPANDODE Gorontalo dan Orang Tua
1 komentar:
Kawan kawan Mee Yokaa Gorontalo apabila temukan kesalahan atau saya melebihi dari saudara/i tolong tegur,,,agar saya sadar posting informasi media inline ebaamukai, dan saya akan alihkan kepda pihak yang bersangkutan Badan Pengurus....
By Admin.Beatus Pigome
Posting Komentar