Bersuara atas Dasar Kebenaran dan Sejarah Bangsa

1961

Peroleh Gelar Sarjana: Tiga Mahasiswa Mengaku keberhasilan itu Anugerah Tuhan

Foto, Bersama Wisudawan 
Gorontalo, Ebamukai-Setiap langkah yang diayunkan adalah anugerah, mana mungkin dapat berhasil mencapainya jika tanpa pertolongan Tuhan bawahkan saja kepada Tuhan sebab, hanya Dia yang dapat menanggung jeritan dan tangis kita lewat air mata orang tua.
Pendapatan orang tua kami serta kami anak yang hanya dimiliki oleh kasih sayang seorang mama, juga tanpa belaian kasih sayang orang tua hingga sekarang telah kami mendapatkan gelar sarjana, sebab anugerah Tuhan itu Sangat Dasyat.
Demikian ungkapan syukur tersebut diungkapkan senada oleh ketiga mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo (UIG), dalam acara syukuran wisudawan pada hari senin tanggal 30 Mei 2016 pukul.15.00 Wita di limboto kota gorontalo.
Keberhasilan itu anugerah, entah siapapun akan berhasil mencapai tujuan, seperti kami tanpa seorang ayah juga tanpa ayah dan ibu  tetapi telah berhasil melewati masa-masa sulit dikampus.
Dalam proses perkuliahan ketiga wisudawan tersebut banyak dialami kesukaran, terlebih biaya perkuliahan, namun tetapi kesabaran merekalah membuahkan kesuksesan juga tidak terlepas dari jerih payah orang-orang terksihnya.
Apa yang dialaminya?
Lukas Yobe, S.IP, ia adalah laki-laki yang sangat berani, seorang anak tunggal (enago) ini menghabiskan masa-masa kecilnya bersama pangkuan mama, namum perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat, ibu berusia senja itu tak mau menghancurkan masa depan anaknya, ia peduli akan kehidupan anaknya sehingga memaksakannya harus sekolah. Anak tanpa seorang ayah ini, diutus paksakan oleh mama untuk sekolah, semenjak ia melanjutkan studinya di gorontalo  “Kehidupannya sangat tergantung pada seorang ibu, tanggunjawab dari ayah semua-semuanya berperan aktif oleh mama ku karena saya sejak sekolah dasar (SD)  ayahku telah meninggal dunia. Sebenarnya saya tidak mau lanjut kuliah karena mama ku sudah tua namun tetapi mama ku paksakan saya lanjut kuliah namun  tetapi dengan kemurahan dan penyertaan Tuhan saya mendapatkan gelar S.IP. Saya sangat berterima kasih kepada mama yang susah payah menyekolahkan saya  kata Lukas dalam sambutannya.
Dia (Yobeenagoo)  pun sangat membanggakan mamanya yang datang dari jauh papua untuk  menyaksikan atas kesuksesan/keberhasilan di kota Gorontalo (Sunggu Besar Kasih Sayang Mama)". Dalam kesaksian petama olehnya.
Selain dia dialami juga oleh teman seangkatannya Petrus Dogomo, dirinya yang sebatang karang ini menghabiskan waktunya dijalanan, ia mengaku hidup ini Anugerah Tuhan, sebab saya hidup karena penyertaan Tuhan, orang tuaku mendahulu sejak saya masih kecil pergi susuri alam Kudus bersama Tuhan. Namun hingga kini seorang mahasiswa lulusan Ilmu Komunikasi ini membuat sedih dan bimbang dihatinya atas kesuksesan gelar sarjana tersebut sebab S.IK yang diperoleh dibangku Univesitas Ichsan Gorontalo tersebut hanya dibanggakan seorang diri  yaitu (Petrus sendiri) bukan  dibanggakan orang tua.
  “, wajah mama saya belum perna kenal karena mama ku meninggal sejak saya masih kecil demikian pun ayah saya. Saya pernah gagalan sekoah kedokteran di jakarta, saya kuliah disana satu semester saja pulang ke papua karena tidak keterbatasan biaya, mau minta biaya pendidikan mama dan bapak pun tak sampai ke mereka karena mereka dua pun sudah tiada dalam perjuangan ku, maka saya nanggur salama satu tahun. Pada tahun 2012 saya pun berusah datang kuliah dikota Gorontalo dan karena pertolongan Tuhan, saat ini saya jadi sarjana tapi saya sangat sedih kesuksesan saya bukan dibanggakan kedua orang tua adalah ayah dan ibu kandung ku”. dalam kesaksiannya di Limboto Gorontalo.
Bahkan hal yang sama juga dialami oleh Marius Tagi, S.IP, ia adalah seorang lelaki yang lahir dari keluarga yang latar belakang penghasilan ekonominya yang dibilang sangat lemah. Pengiriman uang makan dan minum dari orang  tua pun tidak lebih dari apa yang sehusnya dikirim, sangat terbatas Begitu besarnya kesabaran kesuksesan pun mendekat pada dirinya. Sehingga hingga wisuda ia mendapatkan kirimannya saat mulai pembayaran uang semester (SPP), lelaki asal idadagi dekat kumpalan gunung degeidimi ini mengaku, apa yang dialami saya dan keuargaku itu adalah agugerah Tuhan, dengan penuh kesabaran saya dan kasih Tuhan sehingga pada hari ini bisa saya wisuda.ungkap pengsukses gelar S.IP tersebut.
dalam acara pengucapan syukuran  wisudawan yang digelar  oleh badan pengurus Ikatan Mahasiswa Pelajar Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IMAPENAPANDODE) melalui panitia wisudawan  itu tak terlepas dari kerja keras dari Panitia Pelaksana yang diketuai Yulianus Boma, sekertaris Fransiskus Degei dan Bendahara Akwila Waine.
Dalam rangkaian acara wisudawan  berlangsung sistematik diiringi, nyanyian puji-pujian,  doa, sambutan-sambutan badan pengurus, kesan pesan dan diakhiri  kesaksian para wisudawan,.
Pantauan dari media Ebamukai blogspot.com, dalam ruang kesan pesan dan kesaksian yang disampaikan oleh para wisudawan, seluruh peserta ibadah mengaksikan sangat sedih dan  air mata mereka pun jatuh berderai bersamaan.


******Selamat Sukses Teman-Teman Tuhan Itu Maha Tahu******

. **Oleh RASTA, Beatus Pigome **

Galeri Foto Bersama Keluarg dan Besar IMAPENAPANDODE Gorontalo dan Orang Tua



























Share on Google Plus

About Unknown

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Kawan kawan Mee Yokaa Gorontalo apabila temukan kesalahan atau saya melebihi dari saudara/i tolong tegur,,,agar saya sadar posting informasi media inline ebaamukai, dan saya akan alihkan kepda pihak yang bersangkutan Badan Pengurus....
By Admin.Beatus Pigome