FotoWibsite: http://weknowyourdreams.com/image.php?pic=/images/football/football-03.jpg |
Ebamukai.-Waktu
itu musim pertandingan yang sunggu diramaikan oleh seluruh pelosok dan kota
Gorontalo. Pas sa ditarik main di salah satu team yaitu imapen.fc. Wasit ditunjukkan
sebagai Gusti. K, dalam pertandingan antara imapen.fc vs Pepsodenbirlo.fc. Gustik, ia adalah wasit yang profesional dan su punya pengalaman untuk
memahami tak-tik dilapangan. Fostur tubuh yang kurus dan tinggi badannya
sekitar 20 centi meter.
Bagi
sa, tra takut dengan wasit itu, karena sa pu fostur tubuh kuat dan tinggi badan
juga lebih, dari sa pu wasit itu. Sa pu kebiasaan waktu sa main di team deiyai.fc ,kabupaten Deiyai, main dengan body hingga orang tra bisa lawan.
Ketika sa di tarik main di team imapen.fc.
Haa....ko tahuuu sa main di team imapen.fc....sa pu cara main waktu itu, di mana bola jatuh kejar dan lansung tendang dengan orang. Padahal sa bukan pertahan , sa pu posisinya lari sayap kiri pass sa pu nomor punggun baju 11.
Haa....ko tahuuu sa main di team imapen.fc....sa pu cara main waktu itu, di mana bola jatuh kejar dan lansung tendang dengan orang. Padahal sa bukan pertahan , sa pu posisinya lari sayap kiri pass sa pu nomor punggun baju 11.
Oke
saya bawa bola dari tengah lapanganfckasar, pas sa ukur gawang pertahan
gini, nomor punggun 12 Adward sebelah team lawan di hadang bola. Kemudian sa
kejar bola dengan emosi pas sa palang depan dan di guntingan kaki terus sa
tendang bola lansung.
Kabut
dari lapangan kanan (step) dan kiri (Markus) berikan kode kepada wasit. Wasit
pun tak terdiam lansung pluit. Wasit dia berikan sa red-card lansung. Sa di get-out
dari areal football.
Kemudiaan
sa merefreksikan cara main sa yang tadinya itu. Tra lama lagi, pelatih sa
datang dengan emosional tinggi ke sa. Sa berdiam merenung, kemudian pelatih bersuara
dengan keras.
Waeeee
Ethus ko dengar, memang ko ini pemain yang paling kasar maka mendapatkan kasus red-card
itu. lalu dengan tegas dia bilang sa,
kho sendiri yang urus bebas main pertandingan nextnya.
Kemudian,
tra lama lagi pelatih, wasit dan kabut dong datang. Berusaha sa tuk membebaskan
sa main pertandingan nextnya.
Namun
tetapi, asisten pelatih (Gabril) yang datang dari belakang dong dengan tegas
barkata: tra usa kalian sibuk dengan pemain yang kasar ini, dan lansung pukul
sa dikepala.
Dari
situ dong su mulai kompak pukul sa. Dong pukul sa sambil keluarkan kata-kata “
kamu pergi main persipura sana, karn kamu tra cocok main di team kami”.
Su
mulai berhenti dong pu suara keras dan pukulan. Dengan suara yang rileks
berkata kepada sa, “Ethus, kitong pelatih, wasit dan kabut kami sekapat bahwa
kamu su tidak cocok main di team kami, karena kami melatih dan membina disini
sesuai tak-tik permainan dilapangan”.
Lanjut,
maka itu kami kaseh pulangkan Ethus di tanah Papua. Biar Ethus main team
Persipura, yang selalu banggakan oleh Nasional dan internasional.
Kemudian,
sa menanyis berlinang air mata sambil merenung salah kontrol main tadinya dan
merenung kata-kata tadi dong dibilang itu.
Sa
merenung dalam hati “jika di kasih pulangkan sa main di persipura sana, pasti
disana sa susah mau masuk main menjadi pemain persipura karena persipura itu
mau jadi pemain inti harus di sokong dengan puluhan jutah”.
Nahhhh....
saya lansung jawab bapak peliti, wasit dan kabut-kabut sa tra bisa pulang,
mulai dari sekarang sa minta di berikan toleransi saja.
Sudaahhhhh...mereka
lansung berikan rekomendasi untuk peringatan. Kemudaian terulang lagi
pertandingan berikut kami pelatih dan kabut dan wasit tra mau tahu kasih get
aout dari team kami. Oke ethus, kata Gustik dan Gabril wasit dan asistem wasit yang fostur tubuh yang kurus itu.
Adhee
Kaseh Pecha Birbintang itu.....Supaya dong bilang Yoi,kah...!
Kata Motivasi dan
melihat kesahan mu dari orang lain adalah membunuh bibit kuman kekurangan dan
kesalahan mu agar mejadi manusia maka terimalah dengan membuka hati yang
berlebar-lebar “Jadikanlah pribadi yang
mantan dari kesalahan ”
Penulis.Admin,Ebamukai
0 komentar:
Posting Komentar