Bersuara atas Dasar Kebenaran dan Sejarah Bangsa

1961

Sa Pu Kisah Waktu Musim Pertandingan Football Gorontalo Cup...!

http://weknowyourdreams.com/images/football/
FotoWibsite: http://weknowyourdreams.com/image.php?pic=/images/football/football-03.jpg
Ebamukai.-Waktu itu musim pertandingan yang sunggu diramaikan oleh seluruh pelosok dan kota Gorontalo. Pas sa ditarik main di salah satu team yaitu imapen.fc. Wasit ditunjukkan sebagai Gusti. K, dalam pertandingan antara imapen.fc vs Pepsodenbirlo.fc. Gustik, ia adalah wasit yang profesional dan su punya pengalaman untuk memahami tak-tik dilapangan. Fostur tubuh yang kurus dan tinggi badannya sekitar 20 centi meter.

Bagi sa, tra takut dengan wasit itu, karena sa pu fostur tubuh kuat dan tinggi badan juga lebih, dari sa pu wasit itu. Sa pu kebiasaan waktu sa main di team deiyai.fc ,kabupaten Deiyai, main dengan body hingga orang tra bisa lawan.

Ketika sa di tarik main di team imapen.fc.
Haa....ko tahuuu sa main di team imapen.fc....sa pu cara main waktu itu, di mana bola jatuh kejar dan lansung tendang dengan orang. Padahal sa bukan pertahan , sa pu posisinya lari sayap kiri pass sa pu nomor punggun baju 11.

Oke saya bawa bola dari tengah lapanganfckasar, pas sa ukur gawang pertahan gini, nomor punggun 12 Adward sebelah team lawan di hadang bola. Kemudian sa kejar bola dengan emosi pas sa palang depan dan di guntingan kaki terus sa tendang bola lansung.
Kabut dari lapangan kanan (step) dan kiri (Markus) berikan kode kepada wasit. Wasit pun tak terdiam lansung pluit. Wasit dia berikan sa red-card lansung. Sa di get-out dari areal football.

Kemudiaan sa merefreksikan cara main sa yang tadinya itu. Tra lama lagi, pelatih sa datang dengan emosional tinggi ke sa. Sa berdiam merenung, kemudian pelatih bersuara dengan keras.

Waeeee Ethus ko dengar, memang ko ini pemain yang paling kasar maka mendapatkan kasus red-card itu.  lalu dengan tegas dia bilang sa, kho sendiri yang urus bebas main pertandingan nextnya.

Kemudian, tra lama lagi pelatih, wasit dan kabut dong datang. Berusaha sa tuk membebaskan sa main pertandingan nextnya.

Namun tetapi, asisten pelatih (Gabril) yang datang dari belakang dong dengan tegas barkata: tra usa kalian sibuk dengan pemain yang kasar ini, dan lansung pukul sa dikepala.
Dari situ dong su mulai kompak pukul sa. Dong pukul sa sambil keluarkan kata-kata “ kamu pergi main persipura sana, karn kamu tra cocok main di team kami”.

Su mulai berhenti dong pu suara keras dan pukulan. Dengan suara yang rileks berkata kepada sa, “Ethus, kitong pelatih, wasit dan kabut kami sekapat bahwa kamu su tidak cocok main di team kami, karena kami melatih dan membina disini sesuai tak-tik permainan dilapangan”.

Lanjut, maka itu kami kaseh pulangkan Ethus di tanah Papua. Biar Ethus main team Persipura, yang selalu banggakan oleh Nasional dan internasional.
Kemudian, sa menanyis berlinang air mata sambil merenung salah kontrol main tadinya dan merenung kata-kata tadi dong dibilang itu.

Sa merenung dalam hati “jika di kasih pulangkan sa main di persipura sana, pasti disana sa susah mau masuk main menjadi pemain persipura karena persipura itu mau jadi pemain inti harus di sokong dengan puluhan jutah”.

Nahhhh.... saya lansung jawab bapak peliti, wasit dan kabut-kabut sa tra bisa pulang, mulai dari sekarang sa minta di berikan toleransi saja.

Sudaahhhhh...mereka lansung berikan rekomendasi untuk peringatan. Kemudaian terulang lagi pertandingan berikut kami pelatih dan kabut dan wasit tra mau tahu kasih get aout dari team kami. Oke ethus, kata Gustik dan Gabril wasit dan asistem wasit  yang fostur tubuh yang kurus itu.

Adhee Kaseh Pecha Birbintang itu.....Supaya dong bilang Yoi,kah...!

Kata Motivasi dan melihat kesahan mu dari orang lain adalah membunuh bibit kuman kekurangan dan kesalahan mu agar mejadi manusia maka terimalah dengan membuka hati yang berlebar-lebar “Jadikanlah pribadi yang mantan dari kesalahan ”

Penulis.Admin,Ebamukai
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar: